Kalau dilihat mata, jujur saja, tak ada yang istimewa dari BMW 318i punya Naflin ini. Ceper abis, velg lebar (pakai iForged Marquish) dan celup sudah dilakoni sejak beberapa tahun silam. Malah, sedan bikinan pabrikan Jerman ini enggak bisa diajak jalan. Ngebut dengan kecepatan sedang saja harus merayap.
Sekalipun begitu, bukan berarti mobil ini tak punya keistimewaan. Ada! Terutama pada lirikan mata (head lamp) yang harganya mencapai Rp 22 juta. Itu termasuk angle eyes. Wuiiisss! Apa hebatnya? dan dilihat secara kasat mata, enggak ada bedanya.
Memang, dengan lampu utama standar bagaikan anak kembar. Yang membedakan dengan lampu pengganti milik BMW 330i ini, posisi lebih lebar ke dalam sekitar 1,5 cm. "Sepintas seperti tak ada perubahan," tegas Bernard dari Clue Audio yang memodifikasinya.
Untuk mengetahui sudah adanya pergantian lampu, tatapkan mata pada kap mesin dan fender. Modelnya lain dan ujung lampu dengan gril cukup dekat.
Masih soal lampu, kini beralih ke belakang. Di sini, Naflin menginginkan lampu standar diganti punya M3. Lagi-lagi remaja ini harus merogoh kocek sebesar Rp 6 juta untuk lampu itu saja.
Perubahan tampak jelas, untuk bisa menempel ke bodi harus melakukan perombakan karena porsinya lebih besar ke atas sebanyak 2 jari dan ke samping sebanyak setengah jari.
Walau pergantian lampu masih satu keturunan keluarga butuh penyesuaian kelistrikan (termasuk lampu belakang). Mau tak mau ECU harus diriset agar listrik yang mengalir benar-benar pas. Untuk risetnya, Bernard mengaku diserahkan kepada BMW dengan ongkos sekitar Rp 300.000.
Itu saja keistimewaannya? Masih ada, tetapi enggak istimewa banget sih. Seperti interior, tengok setirnya. Pada bagian tengah, selain sudah dibungkus, juga ada layar monitor kecil. Fungsinya, memonitor bagian belakang kala parkir.
Pindah ke bagasi. Ketika dilihat, bagian itu seperti biasa saja. Ketika remote dipencet, ruang bagasi yang tampak rata itu bergerak mengeluarkan seperangkat power dan layar monitor 17 inci.
Untuk menggerakkan semua itu menggunakan 4 motor, meliputi 3 motor power window dan satu motorize dari Auto Lec. Rinciannya, 2 motor difungsikan membuka 2 power Rockford monoblock serta gerakan ke kanan dan ke kiri. Setelah itu, dengan power Auto Lec power tadi diangkat ke atas kemudian menjulur ke luar bagasi sebanyak 60 cm.
Lho, satu power lagi buat apa? Untuk mengeluarkan monitor TV.
Pada mesin, Naflin mencangkok turbo. Uniknya, yang dipakai justru milik Nissan Skyline R34. Pipanya dibuat custom, selain bikin pemandangan indah, juga bisa masuk; dan Naflin menghabiskan dana Rp 39 juta. "Masih harus disetel biar sempurna buat dibawa jalan," tutup Naflin.
Apa bisa dibawa ngebut dengan ceper begitu?
Rabu, 01 April 2009
Mahalnya Lirikan Mata BMW 318i
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar